Total Pageviews

Wednesday, June 2, 2010

Gambut Indonesia Simpan 2.650 Ton/Ha Karbon

Jakarta (ANTARA) - Hutan rawa gambut Indonesia rata-rata menyimpan sekitar 2.650 ton karbon (C) per hektare sehingga total karbon yang ditampung sekitar 46 giga ton, atau 8-14 persen dari seluruh karbon yang ada di lahan gambut dunia.
"Jumlah nilai C pada biomassa di permukaan tanah gambut antara 242-518 ton C/ha untuk hutan yang tak terganggu, 110-221 ton C/ha untuk yang terganggu, dan 89-237 ton C/ha pada hutan bekas terbakar," kata Pakar Ekologi dari LIPI Dr. Herwint Simbolon yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Hutan rawa gambut Indonesia, lanjut dia, rata-rata memiliki 120-150 ton karbon/ha pada biomassa di atas tanah, ditambah 10 kali lipatnya yang terkandung di bawah tanah sekitar 2.500 ton karbon/ha.
Karena itu, hutan rawa gambut merupakan ekosistem yang paling penting di antara berbagai tipe ekosistem lainnya karena mampu menjadi paru-paru dunia, apalagi termasuk tipe hutan yang sangat tinggi keanekaragaman jenisnya, ujarnya.
Ia menjelaskan lahan gambut mampu mengikat karbon di udara dan menyimpannya menjadi bahan organik berupa bagian dari tumbuhan melalui fotosintesis.

Gambut merupakan ekosistem lahan basah yang terbentuk akibat terakumulasinya bahan organik, seperti jatuhan ranting, daun, atau buah di lantai hutan yang basah dan tergenang selama ribuan tahun sehingga menjadi gudang penyimpanan residu bahan organik vegetasi.
"Usia karbon gambut Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa gambut di sana terbentuk sejak 9.740 tahun lalu dengan laju ketebalan gambut berkisar 0,2-1,13 mm per tahun di daerah pedalaman atau 1,67 mm per tahun di daerah pantai," katanya.
Periode panjang ini, lanjut dia, membuat akumulasi gambut terjadi terus-menerus hingga saat ini ketebalan lantai lahan gambut Indonesia dapat mencapai 12 meter lebih. Sekitar 50-60 persen dari berat keringnya mengandung karbon.
Karena itu, ia menyesalkan Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektare (PLG) pada 1995 dengan tujuan membuka lahan pertanian yang menghancurkan hutan gambut, dan lebih parah lagi tanpa riset memadai menggali kanal di lahan gambut dengan tujuan mengatur tata air untuk kepentingan pertanian.
"Kanalisasi telah membelah kubah-kubah gambut sehingga yang terjadi bukannya untuk menata air, melainkan mengeringkan lahan gambut dan membuatnya jadi mudah terbakar. Pada masa El Nino 1997 terbakarlah sejuta hektare lahan proyek ini," katanya.
Menurut dia, gambut sebenarnya merupakan tandon air tawar raksasa karena memiliki porositas tinggi dan mampu menyerap air sampai sekitar 450-900 persen dari berat kering gambut itu sendiri.
Disebutkannya luasan gambut Indonesia mencapai 14,9-26,5 juta ha atau 10,8 persen dari wilayah Indonesia yang tersebar di Sumatera seluas 7,2 juta ha, Kalimantan 5,8 juta ha, Papua 7,9 juta ha, dan di pulau lainnya 0,5 juta ha.
http://id.news.yahoo.com/antr/20100601/tpl-gambut-indonesia-simpan-2-650-ton-ha-cc08abe.html

Friday, May 28, 2010

Nasib bahasa daerah....

Karya sastra dan kesenian daerah hakekatnya merupakan manifestasi kehidupan jiwa bangsa yang berbudaya, dan sangat tinggi nilainya. Belajar sastra dan kesenian daerah selain untuk meningkatkan kemampuan murid dalam mengapresiasi sastra dan kesenian daerah, juga belajar menghargai nilai-nilai kemanusiaan serta nilai-nilai kehidupan. Karena itu karya sastra dan kesenian daerah perlu digali dan digarap untuk diresapi dan dinikmati isinya.

Dalam dunia pendidikan, sastra dan kesenian daerah sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa untuk mengasah logika dan retrika berpikir. Hanya saja, dalam kebanyakan kasus, kemampuan sastra dan kesenian daerah ini belum sepenuhnya disadari masyarakat. Melalui pembelajaran bahasa, sastra, akasara dan kesenian daerah diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang mempunyai kecakapan menyikapi perubahan masa kini dan masa mendatang.

Pembelajaran sastra dan kesenian daerah juga diarahkan agar murid memperoleh pengalaman berprestasi dan berekspresi. Maka fungsi utama sastra dan kesenian daerah sebagai penghalus budi, peningkatan kepekaan, rasa kemanusiaan, dan kepedulian sosial, serta penyaluran gagasan dan imajinasi secara kreatif dapat tercapai dan tersalurkan.

Dalam sastra dan kesenian daerah terkandung pengalaman manusia, yaitu meliputi pengalaman pengindraan, perasaan hati, khayalan, dan perenungan, yang secara terpadu diwujudkan dalam penggunaan bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Melalui sastra dan kesenian daerah murid diajak untuk memahami, menikmati, dan menghayati karya sastra daerah.

Karya sastra dan kesenian daerah memberikan khasanah sejarah ilmu pengetahuan yang beraneka macam ragamnya. Penghayatan hasil karya sastra dan kesenian daerah akan  memberi keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern di satu pihak dan pembangunan jiwa di lain pihak. Kedua hal ini sampai masa kini masih dirasakan belum dapat saling isi mengisi, padahal keseimbangan atau keselarasan antara kedua masalah ini besar sekali peranannya bagi pembangunan dan pembinaan lahir dan batin.
Melalui sastra dan seni daerah juga diperoleh nilai-nilai, tata hidup dan sarana kebudayaan sebagai sarana komunikasi masa lalu, masa kini, dan masa depan.



II. Landasan Hukum
  1. Undang-undang RI no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang-undang RI No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
  3. Peraturan Daerah (PERDA) Propinsi Jawa Barat no 5 tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra dan Aksara Daerah
  4. Peraturan Daerah (PERDA) Propinsi Jawa Barat no 6 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Kesenian Daerah
  5. Surat keputusan Gubernur No 910/Kep 59 Dal Prog/2007 tentang DPA SKPD Kegiatan Peningkatan Mutu Pendidikan Kesenian Daerah
  6. Misi Dinas Pendidikan Jawa Barat tentang pengembangan Manusia yang beriman dan bertaqwa, mandiri dan bermartabat serta menjungjung nilai-nilai luhur budaya masyarakat Jawa Barat (silih asih, silih asah, silih asuh, cageur, bageur, bener, pinter, tur singer) dan berwawasan kebangsaan.
  7. Program MGMP Bahasa Daerah Dinas Pendidikan  Kota Depok tentang Peningkatan Mutu Pendidikan dalam Pengembangan dan Pembinaan Apresiasi Bahasa Daerah bagi Siswa-Siswi SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA
Melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 423.5/Kep.674-Disdik/2006 pada tanggal 25 Juli 2006 ditetapkan tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Serta Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (baca: Standar Isi) mata pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda yang ditetapkan melalui SK Gubernur Jawa Barat tersebut merupakan pedoman kegiatan pembelajaran para guru bahasa Sunda dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran bahasa dan sastra Sunda di kelas

Lazimnya peraturan perundang-undangan di Indonesia, keputusan ini pun mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya. Dengan demikian sudah seharusnya kami, para guru bahasa Sunda, mendapatkan sosialisasi yang semestinya atau paling tidak mempunyai salinan dari SK tersebut yang didistribusikan melalui dinas pendidikan setempat untuk dipelajari sendiri.

Permasalahan ini pada akhirnya menyulitkan para guru bahasa Sunda, yang berhadapan langsung dengan anak didik di kelas. Kesulitan yang sangat dirasakan oleh kami ketika itu adalah dalam hal pengembangan Silabus dan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Silabus dan RPP merupakan perencanaan proses pembelajaran yang sudah harus disiapkan jauh-jauh hari oleh guru sebelum kegiatan pembelajaran di kelas berlangsung.

Di satu sisi, pedoman yang kami miliki hanyalah Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Nomor 979/102/Kep/I/94, di sisi lain, pengembangan Silabus dan penyusunan RPP idealnya dan bahkan seharusnya berpedoman pada Standar Isi yang telah ditetapkan sebagai persiapan nanti dalam menghadapi Ulangan Akhir Semester (UAS) dan atau Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda yang soalnya dibuat oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat.
  

Friday, March 19, 2010

PULAU SEMPU (MALANG)

Pulau Sempu merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Pulau ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Saat ini Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Dalam pulau ini nyaris tidak ditemukan mata air payau.


Hal yang sangat menakjubkan yang bisa dilihat di pulau sempu ialah keindahan danau segara anakan, dimana air yg berada di danau ini berasal dari air laut yang masuk melalui terowongan batu karang, waah pokonya manstabh deh...




Keindahan pulau sempu tidak hanya dari kejernihan air nya saja sehingga bisa melihat karang" , kita juga bisa menuju tebing yang berada di pulau sempu ini yang langsung berbatasan dengan samudera hindia,,




Rute ke pulau sempu .5 Maret 2010
1. Dari bandung - surabaya naik kereta pasundan 38rb
2. surabaya -malang naik kereta 5500,, lupa nama keretanya apa!hehe
3. Dari stasiun malang naik angkot ke terminal arjosari 2rb
4.Arjosari langsung carter mobil aja sekitar 250rb sampai sendang biru
5. kalo yang g mw carter angkot, bisa ngecer dari arjosari- gadang, dari gadang ke turen, dari turen ke sendang biru, tapi sayangnya angkotnya jarang, jd mw tidak mw lebih baik carter angkot,,hehe
6. kalo sudah sampe di sendang biru teman" harus ijin terlebih dahulu ke kantor BKSDA setempat, karena pulau sempu merupakan kawasan cagar alam yang harus dijaga kelestariannya, n ga boleh mengambil tumb or hewan , apalagi merusak n mengotorinya dengan sampah", so kalo mw buang sampah buang d tasnya aja masing" yah hehe..
7.Setelah mendapat ijin dari BKSDA baru kita mencari kapal untuk di sewa, biayanya sekitar 100 rb untuk 15 orang, kalo mau pake guide sekitar 100rb, dan guide ini bisa di manfaatkan untuk bawa galon n barang" lainnya bagi yang ingin menginap .
8. kalo tanpa nyasar teman" cukup 300rb ke sempu dr bandung PP,,,


Tips buat tmn" yg mw bagpackeran ke sempu,,,
1. qlo bs min yang ikut 10 org, biar bisa irit ongkos,,hehe
2. Berangkat dari kota malang pagi jm 5 an gtu, biar nanti sampai sendang biru bs jm 10 an, bagi tmn" yg g mw nginep d pulau sempu...
3.Bagi yang ingin menginap d pulau sempu d sarankan untuk membawa air galon, persedian air minum... :)
4.pastinya bawa uang yang cukup,,,:D
5. jangan lupa ijin dulu sama ortu biar selamat sampai tujuan !haha




cukup sekian info dari pengalaman saya, semoga bermanfaat buat teman" yang mau berkunjung ke pulau sempu,
sekedar info menurut petugas BKSDA tahun 99 masih ad 20 macan tutul di pulau sempu,, hihi serem juga, tapi tenang aja pas sy kesana udh g ad qo,,,

Thursday, March 4, 2010

Bromo mountain

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun.
Beberapa jenis tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru antara lain jamuju (Dacrycarpus imbricatus), cemara gunung (Casuarina sp.), eidelweis (Anaphalis javanica), berbagai jenis anggrek dan jenis rumput langka (Styphelia pungieus).
Terdapat sekitar 137 jenis burung, 22 jenis mamalia dan 4 jenis reptilia di taman nasional ini
Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Pardofelis marmorata), rusa (Cervus timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus ), ajag (Cuon alpinus ); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus ), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.
Di laut pasir ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan dan mengancam kehidupan manusia di sekitarnya (± 3.500 jiwa).
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Suku Tengger yang berada di sekitar taman nasional merupakan suku asli yang beragama Hindu. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, melihat penduduk di sekitar (Su-ku Tengger) tampak tidak ada rasa ketakutan walaupun menge-tahui Gunung Bromo itu berbaha-ya, termasuk juga wisatawan yang banyak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada saat Upacara Kasodo.
Upacara Kasodo diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.
Perebutan sesaji tersebut merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang sekaligus mengerikan. Sebab tidak jarang diantara mereka jatuh ke dalam kawah.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
a.) Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.
b.) Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.
Pananjakan. Melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.
c.) Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).
d.) Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.
Cara pencapaian lokasi: Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km, Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km, dan Jemplang-Ranu Pani-Ranu Kumbolo, 16 km. Atau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km. Dari Malang ke Ranu Pani menggunakan mobil sekitar 70 menit, yang dilanjutkan berjalan kaki ke Puncak Semeru sekitar 13 jam.
referensi : http://www.dephut.go.id

Wednesday, March 3, 2010

Hari ini

Menjalani hari ini dengan ketidakjelasan tapi menyenangkan! nah lho!

Semester akhir hilang tujuan dan orientasi kuliah , menghabiskan banyak waktu hanya d kozan ,
harus bisa manage waktu untuk hal yang berguna dan bermanfaat,,

mudah"an UP nya bs cepat d ACC biar cpt mulai penelitian... Amiiin :)
doakan ya,,,

GANBATE KUDASAI